jump to navigation

Tak Punya Pilihan March 19, 2017

Posted by sQ in Poem:Syair (Ind).
Tags: , , ,
add a comment

Menjadi insan bukanlah sebuah pilihanIt's life
Menjadi insan adalah sebuah suratan
Menjadi insan jelas punya tujuan
Menjadi insan pasti membawa pesan
Menjadi insan untuk menjalani ujian kehidupan

Ujian akan silih berganti datang menghadang
Tak kenal keadaan, tak membiarkan waktu senggang
Ia bagai udara lembut yang mengalir tanpa diundang
Ia tak kenal lelah menyadarkan para pencari pangan dan sandang
Ia hidup di tengah beragam makhluk penikmat hasil ladang

Bahkan sekelompok hewanpun berkata “lihatlah kami!”
“Kami pasrah menerima semua ini”
“Kami tak pernah lari dari ujian hidup ini”
“Kami bersyukur atas segala yang dimiliki”
“Kami tegar karena pandai berserah diri”

Berserah diri untuk membukakan harapan
Harapan untuk memahami jati diri dan Sang Penuntun kehidupan
Yang menuntun kebajikan dengan penuh kelembutan
Kelembutan yang membawa kepada kesadaran
Bahwa kita memang tak akan pernah punya pilihan

 

Horeee!!! February 21, 2017

Posted by sQ in Poem:Syair (Sunda euy!).
add a comment

Jumadi jumadud
Si jumadi bau hitoot
Jumadi jumadud
Si jumadi teh pengecut
Jumadi jumadud
Si jumadi make cangcoot
Jumadi jumadud
Si jumadi tereh buroot
Jumadi jumadud
Si jumadi buruk sikut
Jumadi jumadud
Si jumadi dukun kacrut
Jumadi jumadud
Isuk pageto si jumadi pasti ngaburusut
Horeee!!!

Pitawat Yang Membawa Akibat October 22, 2016

Posted by sQ in Literary:Sastra, Poem:Syair (Ind).
Tags: , , , ,
add a comment

Sekawanan kebo menggalang kekuatan, sejak perlano-gamblingya berakhir di Ujung Pandang
Bersatu mereka untuk kembali menyerang
Menggarang, meluapkan nafsu yang kian meradang
Kebo berteriak “aku benar-benar kepalang”
Meski tumpukkan utang kian menjulang
Kebo tak merasa hatinya semakin gersang
Karena wujud sesungguhnya hanyalah bayang-bayang

Tetua kebopun tak luput dari aksi kedurjanaan
Tak kenal baya, tak jengah mematut diri bak pengarah gaya
Memastikan sokongan kerabat agar tak surut dan meranggas
Meski mahkotanya kian berkeluk sebagaimana rapuhnya raga
Yang penting ratu keluk rela mengeruk banda dan pusakanya
Demi memuaskan hajat dengan bantuan para perapal mantra bejat
Laku hina dan hidup merana seakan tak mampu membuatnya menderita

Ini adalah kesekian kalinya peringatan diwartakan
Pitawat yang membawa akibat
Reda tak pernah menjadi hasrat, urippun tak akan kembali menyala
Tujuh warsa tak akan lewat membawa selamat
Sebab segalanya telah tersurat, tak mungkin bisa diganggu gugat
Tak pula membuat tempo enggan dipercepat
Hanya Sang Pemilik jiwalah yang berkuasa atas segala bentuk sebab-akibat

He Tian Tay February 2, 2016

Posted by sQ in General:Umum, Literary:Sastra, Poem:Syair (Ind).
Tags:
add a comment

Perempuan paruh baya itu mengendap-endap mencari celah demi menuruti keinginan peminta jasanya
Menebar ancaman pada laki-laki tua, yang terlihat polos dengan keluguannya
Tampaknya ia sangat antusias berperan sebagai pengganti dukun-dukun terdahulu yang jatuh terkapar tak berdaya
Namun, sayang ia tidaklah lebih baik dari nini aking, si pesohor wanita pemikat hati iblis pujaannya

Hanya saja ia lebih diuntungkan, karena setiap saat bisa menggenggam tangan si kebo giro, sang penabur keping durjana dambaannya
Maka, ia terus berkomat-kamit demi membujuk si kebo giro untuk setia memakai jasanya
Kan ku beginikan, kan ku begitukan ujarnya berbusa-busa
Ia sangat paham bahwa kebo giro bukanlah mahluk berakal normal, sebab kerap melakukan tindakan yang amoral

Perempuan paruh baya inipun tak mengira, bahwa si kebo giro sebetulnya tengah menipu dirinya
Sebab kebo giro adalah iblis licik sesungguhnya
Tak ada kegembiraan, jika tak sesuai keinginan, yang tinggal hanyalah kenestapaan
Itulah semboyan kebo giro yang kerap menjerat para mangsanya

Perempuan paruh baya itu tidak sadar, bahwa ia akan menuai badai badar
Sebab ia telah menabur angin merah yang tak segan berbalik arah
Menjalar, menyeruak lalu menusuk tajam dengan amarah menggelegar
Tinggalah kenangan buruk yang akan menyertai kehidupan sang perapal mantra, yang berjuluk He Tian Tay

Batu Cadas dan Dendam Kesumat Si Kebo Giro October 20, 2015

Posted by sQ in Literary:Sastra, Poem:Syair (Ind).
Tags: , , , , , , , , , , ,
add a comment

Tak kenal panas tak kenal hujanstone-ruins
Kebo giro terus menyusuri jalan keangkaramurkaan
Baginya, bermain dalam kegelapan adalah sebuah keharusan
Semata-mata untuk memenuhi hasratnya untuk melepaskan hawa panas dari dalam dirinya

Kebo giro seakan tak sadar, berkali-kali ia telah menabrakan dirinya pada batu cadas
Seolah kokohnya batu cadas hanyalah sebuah fatamorgana
Ia selalu berharap bahwa batu cadas itu tiba-tiba berubah menjadi setumpuk kardus
Setumpuk kardus yang dengan seenaknya bisa ia robek-robek

Kebo giro geram mencari cara agar dendam kesumatnya tak terus menertawakan
Ia menyeringai demi melihat seorang penggemar batu yang ingin dijadikannya sebagai mangsa baru
Sebab calon mangsa dianggapnya sangat lemah dan tak berdaya
Ia dan sekawanan pemburu nyawa berusaha keras menimpakan segala wabah dan bala

Kebo giro berharap bahwa wabah dan bala pada akhirnya akan membuahkan celaka
Celaka yang membawa duka, agar secara perlahan bisa mengikis kekuatan batu cadas
Hingga ia dapat leluasa kembali menebar bibit kedurjanaannya kepada sang kelana
Namun apa daya, tak disangka tak dinyananya, batu cadas itu makin tinggi dan menebal

Sesungguhnya, sabarlah yang menjadi sumber kekuatan tambahan dari kokohnya benteng batu itu
Ia tak pernah peduli dengan segala bentuk kehasadan dan kejahatan si kebo giro
Hingga waktulah yang akan membuktikan bahwa batu cadas itu pada akhirnya akan ikut membuat cerita
Yang menyisakan duka dan nestapa bagi si kebo giro dan kawanan pemburu nyawa yang setia menemaninya hingga perlaya

%d bloggers like this: